Ribuan warga mulai sakit karena asap


Dinas Kesehatan Kota Dumai, Provinsi Riau, menyatakan, sebanyak 2.193 warga telah ke rumah sakit dan puskesmas untuk mengobati penyakit pada pernafasan atas dan tenggorok akibat udara tercemar kabut asap yang sudah terjadi sejak sebulan terakhir. 


"Akibat udara Dumai berkabut asap, sudah banyak warga yang mendatangi pos kesehatan mengeluhkan sakit pada tenggorokan dan pernafasan," kata Kepala Dinkes Dumai, Marjoko Santoso, Jumat.

Jumlah penderita yang mencapai ribuan ini diketahui dari pencatatan kunjungan pasien di puskesmas dan rumah sakit pemerintah setempat.

Kunjungan pasien mengalami peningkatan pada Februari ini, terutama tingkat kedatangan harian dengan sebagian besar mengeluhkan sakit pernafasan dan tenggorokan.

Kualitas udara kota di pesisir pantai Provinsi Riau ini diakui Marjoko mengalami penurunan karena diselimuti kabut asap dampak kemunculan titik panas kebakaran lahan di sejumlah tempat.

"Untuk menghindari terkena gangguan kesehatan akibat asap, kita sarankan warga untuk memakai masker saat berada di luar ruangan dan menjaga kesehatan dengan asupan gizi cukup," sebut Marjoko.

Selanjutnya, pihaknya juga terus membagikan puluhan ribu lembar masker kepada masyarakat di sejumlah lokasi umum dan ruas jalan perkotaan untuk antisipasi dampak buruk lingkungan.

Dia juga mengingatkan wanita hamil, ibu menyusui dan bayi balita agar dihindari menghirup bebas udara berkabut asap karena sangat rentan diserang penyakit gangguan pernafasan.

"Pemerintah telah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan, karena itu kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan lingkungan serta bagi perusahaan yang peduli agar turut membagikan masker ke masyarakat," terang Kadis.(rr)

KOMPAS.com
0 Komentar untuk "Ribuan warga mulai sakit karena asap"

Back To Top